Portal beritanya warga Nusa Tenggara Timur

Beranda Nasional

1 Desa 1 Faskes 1 Nakes, Pengamat: Baru Program Ganjar Ini yang Langsung Sentuh Akar Masalah Kesehatan

Program ” 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes” termasuk program unggulan pasangan calon presiden – calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD. Pengamat kebijakan publik menyebut, baru Ganjar-Mahfud paslon yang mempunyai program bidang kesehatan, yang langsung menyentuh akar masalah.

Program Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes ini khususnya akan diberlakukan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ganjar menegaskan, rakyat membutuhkan layanan kesehatan yang dekat, cepat, murah, dan baik. Oleh karena itu, program Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes tentunya bisa menjadi jawaban bagi masyarakat yang berada di desa-desa kawasan 3T tersebut.

“Semua orang pasti maunya sehat terus. Kalaupun sakit, berharap berobatnya gampang dan murah. Kalau bisa gratis, tapi kenyataan tidak demikian. Sampai kini, masih banyak saudara kita di wilayah 3T yang susah berobat, karena tidak ada faskes (fasilitas kesehatan) ataupun nakes (tenaga kesehatan),” kata Ganjar.

Karenanya, mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu, pembangunan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat sangatlah penting dan vital. Menurut dia, setidaknya pada satu desa terdapat fasilitas pelayanan kesehatan setingkat puskesmas pembantu (pustu).

“ Fasilitas kesehatan dengan satu paket tenaga kesehatan, syukur-syukur satu dokter. Maka itu akan menyelesaikan persoalan transportasi dan konektivitas, serta memudahkan warga berobat,” katanya.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga saat ini di Indonesia baru ada 10.292 puskesmas dan 24.076 puskesmas pembantu. Sementara jumlah desa di Tanah Air sebanyak 74.961.

Karena itulah, pasangan Ganjar-Mahfud mencanangkan program Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes agar semua orang gampang berobat dan ditangani oleh ahlinya. Memang idealnya di setiap desa terdapat satu unit fasilitas kesehatan yang layak dan minimal seorang tenaga kesehatan profesional.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *