Portal beritanya warga Nusa Tenggara Timur

Beranda Nasional

Hasil Survey IPE: Netralitas Presiden, TNI dan Polri Dalam Pemilu 2024 Diragukan

Jakarta | FlobamoraNews – Lembaga survei Indonesia Political Expert (IPE) pada Kamis (18/1/2024) siang bertempat di Hotel Amaris Juanda, Gambir, Jakarta Pusat, mengeluarkan hasil survei yang mereka lakukan sejak awal hingga tanggal 16 Januari 2024 yang hasilnya cukup mengejutkan.

Bahwa di dalam persepsi responden atas kondisi ekonomi, politik, hukum dan pemberantasan korupsi masyarakat cenderung bersikap pesimis. Dimana rata-rata responden meragukan netralitas Presiden (55,2%), TNI (46,7%), Polri (49,8%) dan Pejabat Kepala Daerah (51,1%). Persentase ini lebih besar porsinya ketimbang responden yang yakin bahwa lembaga-lembaga tersebut bersikap netral.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa PDI Perjuangan masih menduduki puncak klasemen dengan elektabilitas 24,1%, disusul dengan Gerindra 16,1%, dan peringkat ketiga diduduki Partai Golkar sebesar 10,4% Selanjutnya, berturut – turut ada PKS (7,3%), PKB (7,1%), Nasdem (6,3%), Demokrat (4,5%), PAN (4,4%), PPP (4,3%) dan Perindo (4%). Sementara, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin putera Presiden’ Jokowi Kaesang Pangarep, Partai Hanura dan lainnya tidak lolos masuk ke posisi Parliamentary Threshold 4%.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar–Mahfud menempati posisi paling tinggi yakni mencapai 35,1%, lebih unggul dibandingkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo–Gibran yang berada di posisi kedua dgn persentase 32,2%, kemudian pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies–Muhaimin menduduki posisi paling bontot dengan persentase elektabilitas hanya 27,1%.

Sebagai informasi, survei IPE dilakukan sejak 2-16 Januari 2024, dan dilaksanakan di 416 Kabupaten dan 98 Kota dengan metode random purposive, serta kemungkinan sampling error 2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dilakukan dengan melibatkan responden sebanyak 2.400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih, terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), berusia 17 tahun dan telah menikah. (Bud)

1 COMMENTS

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *